Showing posts with label coffee. Show all posts
Showing posts with label coffee. Show all posts

Wednesday, June 20, 2018

Vietnam, Da Nang - Day 5 & 6 : Art Hotel, Han River & Marble Mountain

Dari Ba Na Hills saya langsung menuju hotel selama saya stay di Da Nang, namanya Art Hotel yang berlokasi di sebrang Han River.
First impression, hotelnya lucu banget. Tema warnanya biru - putih dan kelihatan clean gitu. Saya booking untuk 2 malam dengan view kamar menghadap ke Han River.

view dari kamar

Karena sampai hotel udah sore dan bulan Agustus itu terik banget cuacanya, jadi saya makan siang di hotel dan jalan kaki di sekitaran hotel aja.

panas-panas malah makan bubur, untung pesen minumnya es kopi :p

Di sepanjang Han River kalo sore - malam itu ada semacam pasar kaget yang jual snack-snack dan permainan buat anak.


Sambil cari tempat untuk makan malam saya mampir ke pasar kaget buat beli Banh Trang Nuong (VND 10.000), semacam martabak telur tapi kulitnya dari rice paper dan cara masaknya dipanggang di atas api. Rasanya enak, gurih crispy di luar tapi empuk dan hangat di dalamnya.


Setelah beberapa saat saya menyusuri jalan sepanjang Han River ini dan gak nemu tempat makan yang pas, saya memutuskan untuk makan malam di mall yang letaknya deket sama hotel. Karena udah clueless mau makan apa, akhirnya pesen okonomiyaki (VND 32.000) rasanya sih so-so aja haha.
Besok paginya, hari ke 6 setelah sarapan saya pesan grab car menuju ke Marble Mountain yang berjarak sekitar 10km dari hotel.

Marble Mountain atau Ngũ Hành Sơn (yang berarti Pegunungan Lima Elemen) terletak di sebelah selatan kota Da Nang. Dinamakan demikian karena mewakili lima unsur, yaitu Tho (bumi), Hoa (api), Moc (kayu), Thuy (air), dan Kim (logam). Pegunungan-pegunungan tersebut memiliki pintu masuk berupa gua dan terowongan.
Satu-satunya bagian Marble Mountain yang dapat dikunjungi oleh wisatawan adalah puncak Thuy Son (Pegunungan Air) dengan harga tiket masuk VND 40.000. Ada dua akses untuk naik ke atas, yaitu dengan menaiki 156 anak tangga dan elevator. Nah kalo mau pakai elevator, dikenakan biaya tambahan VND 15.000.


Saran saya sih naik pakai elevator aja, selain hemat waktu juga hemat tenaga. Soalnya begitu sampai di atas pun kita masih naik anak tangga bebatuan lagi dan itu lumayan gak beraturan bentuknya.


Di atas pegunungan juga terdapat tempat suci untuk umat Hindu dan Buddha, Huyen Khong, Thang Chon, Pagoda Tam Thai , Linh Ung, Tu Tam, serta Menara Pho Dong.


Marble Mountain ini worthed banget untuk dikunjungi, selain Marble Mountain-nya sendiri cantik kita juga bisa melihat kota Da Nang dari atas ketinggian yang gak kalah cantiknya.


Nah kalo pas naik tadi pakai elevator, siap-siap ya turunnya pakai tangga ini sampe bawah. Yang tadi saya cerita ada 156 anak tangga itu hehehe.


Beberapa saran untuk mengujungi Marble Mountain:
  • pakai sunblock
  • bawa sunglasses atau topi
  • pakai baju dan celana yang nyaman untuk hiking, soalnya bakal keringetan
  • wajib banget pake alas kaki yang nyaman dan gak licin
  • bawa air minum yang cukup (tapi bisa beli di atas juga kok)
  • bawa tissue ya buat ke toiletnya, soalnya toilet disana kurang terawat

Turun dari Marble Mountain perut saya keroncongan. Agak bingung sih buat saya cari makan disini dan bahasa inggris mereka terbatas banget, bahkan ada yang gak ngerti sama sekali. Beda sama di Hanoi yang rata-rata bisa komunikasi pake bahasa inggris.

jalan raya di sekitar Marble Mountain

Setelah nyari-nyari akhirnya ketemu warung makan, itupun yang kita pesan terbatas banget karena menu lain pada habis. Pokoknya cuma minta no pork aja.


Saya pesan Bun Cha Gio Chay yang kurang lebih artinya Vietnamese Rice Noodle with Vegetarian Spring Rolls, harganya VND 30.000. Mie nya kering trus agak manis ala-ala mie ayam yamin gitu dikasih topping spring roll goreng sama kacang. Jujur aja, ini enak banget sih.
Setelah makan, saya kembali ke hotel pakai grab car lagi. Sebenernya rencana awal saya setelah dari Marble Mountain itu mau ke My Khe Beach, tapi saya sudah gak kuat banget sama panas teriknya kota Da Nang di bulan Agustus.

Pengeluaran - day 5 & 6:
- Art Hotel 3 hari 2 malam : Rp. 929.306
- Makan siang di hotel : VND 68.000
- Banh Trang Nuong : VND 10.000
- Okonomiyaki : VND 32.000
- Grab car ke Marble Mountain : VND 55.000
- Bun Cha Gio Chay + minum : VND 40.000
- Grab car kembali ke hotel : VND 60.000

Total = Rp. 929.306 + (VND 265.000 x Rp 0,68) = Rp 1.109.506

Sunday, October 16, 2016

Brown Fox Waffle & Coffee

Random aja tiba2 kepengen makan waffle trus browsing2 zomato tempat waffle yang di sekitaran pasar minggu, voilaaa nemu deh Brown Fox Waffle & Coffee.
Lokasinya gak jauh dari Penvil. Walaupun letaknya di pinggir jalan, tapi tempatnya gak terlalu keliatan kalo dilewatin sepintas. Jadi musti liatin jalanan banget.

Waktu itu datengnya malem, sekitar jam 7. First impression adalah tempatnya kecil banget. Udah gitu penuh pula. Untungnya masih ada 1 meja yang kosong, walaupun di luar gak apa2 lah masa mau pulang lagi haha.

Sesuai dengan namanya menu andalan mereka adalah waffle, sweet and savory. Menu lainnya ada pasta, donburi, kentang, sandwich, liege waffle. Untuk minuman mereka punya banyak menu, coffee based, milk based, chocolate based, smoothies, yoghurt sampai tea.

Ok, jadi pesanan saya adalah banana split waffle (idr 46k) dan brown affogato (idr 32k).

depan: banana split waffle - belakang: brown affogato

Banana split waffle, umm what can i say? It was a superb waffle. Bintang utamanya pasti di waffle. Teksturnya crispy di luar tapi moist - empuk di dalemnya. Buahnya bagus, fresh. Ice cream vanilla juga enak.
Perpaduan waffle, ice cream, saus coklat, buah dan peanut chunk nya pas gak ada yang kemanisan. Pokoknya oishii desu #kasihjempoldua.

Nah yang di belakangnya itu ada brown affogato. Basically, ini affogato (vanilla ice cream dikasih espresso) tapi ditambah potongan waffle dan almond slice. Enak, karena ice cream dan espresso nya enak. Jadinya enak. Haha gak terdeskripsi dengan jelas ya.

Beberapa bulan kemudian..

Balik lagi kesini, karena dapet gratisan waffle hahaha.

Dateng hari sabtu, sekitar jam 4 sore. Pas dateng sepi, gak ada pengunjung sama sekali jadi bisa bebas pilih meja hehe. Eh 5 menit kemudian langsung full, untung aja gerak cepat hoho.
Kali ini pesen PB & J waffle, cheddar cheese waffle, signature almond latte, dark chocolate drink dan chocolate milkshake.

pb&j waffle

PB & J waffle (idr 44k), ini bakal jadi menu favorit saya. Love banget rasanya. Emang dasarnya suka skippy sih, love at first bite!
Waffle nya di spread pake chunky skippy, jadi pas dimakan ada tekstur kasar kacangnya. Dikasih vanilla ice cream baru deh disiram strawberry sauce. Enaaaaaaakkkkkkkkk.

cheddar cheese waffle

Kalo ini savory waffle, cheddar cheese waffle (idr 46k). Waffle nya di belah2 trus dikasih saus keju cheedar, beef bacon, daun arugula dan parutan cheedar. Ini enak juga sih, but not my kind of fav waffle.
 
dark chocolate

Hot dark chocolate drink (idr 38k) nya terasa pas, gak terlalu creamy tapi gak jadi pahit juga. Boleh banget jadi referensi buat dipesen.

almond latte

Udah pernah nyoba raw almond milk, rasanya ya begitulah yaa. Nah pas ada menu signature almond latte (idr 35k) jadi penasaran rasanya bakal kayak gimana. Pas dicoba, surprise2 rasanya enakkkk. Gak terasa aneh nya almond milk, tetep creamy tapi bukan rasa susu sapi. Gak tau juga sih seberapa banyak gula yang mereka tambahin, tapi almond latte ini terasa lumayan manis. Jadi intinya, enaaakkkk.

chocolate milkshake

Terakhir ada iced chocolate milkshake (idr 38k), rasanya kayak es krim coklatnya diamond kali ya cuma gak terlalu manis. Yang ini just so so hehe.

Overall, menu di brown fox enak2 dan gak ada yang mengecewakan. Pelayanannya juga cepat plus ada free wifi dengan koneksi yang lumayan cepat. Minusnya sih memang tempatnya yang kecil banget, tapiii kabar gembira dari abang parkir katanya mereka bakalan expand ruangan. Asik jadi gak usah mepet2an sama pengunjung lain duduknya hehe.

Brown Fox Waffle & Coffee
Jl. Taman Margasatwa No. 9C, Pasar Minggu
instagram: @brownfoxwaffle 
open: 8 am - 10 pm

Salam 

Thursday, April 21, 2016

Pulau Belitong : Tanjung Pandan

11 April 2016

Di hari ketiga dan terakhir ini, kami mengunjungi beberapa destinasi yang berada di daerah Tanjung Pandan.

Rumah Adat Belitung

Berada dekat dengan Rumah Dinas Bupati, Rumah Adat Belitung adalah sebuah museum yang berbentuk rumah adat dan di dalamnya terdapat berbagai macam hal yang menjadi ciri khas Belitung. Mulai dari baju tradisional, baju pernikahan, seserahan, makanan khas, alat musik tradisional, tumbukan padi sampai ayunan bayi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Warung Kopi Kong Djie
Warung kopi kong djie punya beberapa cabang,  tapi yang khas dari warung ini adalah mereka selalu meletakkan dapur kopi di depan warung dan menggunakan kompor arang.


Menu di warung ini juga banyak kok, gak cuma kopi. Mulai dari gorengan, indomie, empek-empek sampai roti bakar.


Saya pesan Kopi Susu. Tampilannya sederhana, gelas bening yang di dasarnya diisi susu kental manis putih merk Omela kemudian ditambahkan kopi hitam. Sebelum diaduk, saya terlebih dahulu menghirup wangi kopinya, duh jadi makin gak sabar buat nyicipin. Dan kalimat pertama yang keluar dari mulut saya setelah minum kopi susu Kong Djie adalah enak banget, enak banget, enak banget.. Saya lupa juga bilang berapa kali enak banget, tapi beneran enak banget. Ini kopi susu paling enak yang pernah saya coba.

Nah selesai ngopi, jangan lupa beli kopi bubuknya buat oleh-oleh atau buat ngopi sendiri di rumah. Harganya Rp. 30.000 per kantong. 


Ketam Isi Adena
Gak jauh dari Warung Kopi Kong Djie ada oleh-oleh Belitung yang gak boleh kamu lewatin. Ketam Isi, makanan yang terbuat dari daging kepiting yang sudah diolah dan diberi bumbu. Enak banget dimakan anget-anget sama nasi putih dan sambel.
Kebetulan saya gak sempet foto, jadi ini foto hasil saya browsing di google.
 

Danau Kaolin
Masih di Tanjung Pandan, kendaraan kami berhenti di pinggir jalan raya pemandangannya didominasi warna biru dan putih. Danau Kaolin terlihat sangat cantik namun juga tragis.
Dahulu merupakan lokasi penambangan Kaolin yang kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa adanya upaya perbaikan lahan. Seiring berjalannya waktu, alam membentuknya menjadi sebuah danau yang sangat indah dan sekarang menjadi obyek wisata menarik di Belitung.
Kaolin itu yang warnanya kuning gading

Nah Kaolin merupakan mineral yang banyak digunakan sebagai bahan industri seperti kosmetik, kertas, makanan, pasta gigi, dll.



 
bakasana (crow) pose

Bandara H. AS. Hanandjoeddin
Cukup 10 menit berkendara dari Danau Kaolin menuju bandara.

Belitung wajib untuk kamu datangi, selain keindahan alamnya kamu juga bakal jatuh cinta sama kuliner dan kopinya. 
Well, travel is the only thing you buy that makes you richer.
Salam