Tuesday, February 16, 2016

Sate Khas Senayan

Sate Khas Senayan merupakan salah satu resto dengan makanan autentik Indonesia.
Menu andalan mereka adalah sate, baik sate ayam, sapi maupun kambing sama enaknya. Potongan dagingnya besar dan empuk dengan bumbu saus kacang yang yummy.
Overall dari beberapa menu yang pernah saya coba semua rasanya enak dan tidak mengecewakan. Porsinya banyak banget dan yang paling saya suka adalah penataan makanannya bagus. Favorit saya adalah lontong cap gomeh, ini wajib banget dicoba.

Saya mau share makanan yang di cabang Citiwalk Sudirman. Pas kesana lagi edisi Imlek dan ada promo menu Lontong Cap Gomeh Special Imlek dapet free Es Lengkeng, yeayyy.


Di dalam satu piring yang menggugah selera ini isinya lontong yang dikasih sayur rebung dengan topping opor ayam, sambal udang, telur & tahu bacem, serundeng plus pilihan sate ayam / sapi. 
Porsinya besar bisa buat dimakan berdua. Taste kuah santannya agak spicy (buat beberapa orang) tapi gak eneg, opor ayam dan satenya empuk enak. Sisanya enak. Pokonya gak nyesel pesen ini.


Sebagai pelengkapnya, ada Es Lengkeng yang terdiri dari sirup gula, lengkeng (pastinya), biji selasih, jelly, jamur putih plus serutan es.

Menu selanjutnya adalah Nasi Pecel Komplit dengan pilihan proteinnya sayap goreng terasi / empal / babat.


Nasi Pecel ini isinya ada nasi putih, sayuran dengan bumbu pecel (kacang), tahu bacem, telur, serundeng dan empal. Gak lupa pake kerupuk. Bumbu pecelnya lembut dan gurih, empalnya digoreng kering tapi empuk, serundengnya manis. Semua lauk ini enak banget dimakan bareng sama nasinya.
Nasi mereka punya khas dicetak dengan bentuk lonjong kayak gitu. Nasi Pecel ini pas banget dimakan sama yang lagi kelaperan hampir mau pingsan, percayalah porsinya padet-banyak-berisi-ngenyangin.

And the last menu but not least adalah Es Cendol Durian. Isinya ya sama aja kayak es cendol umumnya, yaitu cendol dengan sirup gula merah dikasih santan dan es serut dan diakhiri dengan durian. But it's super de-li-ci-ous!


Dengan harga Lontong Cap Gomeh Special Imlek & Es Lengkeng Rp. 61k, Nasi Pecel Komplit Rp. 43k dan Es Cendol Durian Rp. 35k kekurangan mereka cuma satu, yaitu kurang murah hehe.

Salam

Tuesday, January 12, 2016

Kuliner Tempo Dulu di Braga, Bandung

Hampir setiap kota di Indonesia punya daerah heritage bernuansa kolonial Belanda, kali ini saya berkesempatan mengunjungi Jalan Braga, Bandung. Di kiri kanan Jalan Braga diisi oleh pertokoan yang bertemakan masa Hindia Belanda. Diantara pertokoan terselip beberapa tempat makan yang telah ada sejak zaman Belanda.

BRAGA PERMAI
Restoran yang dulunya bernama Maison Bogarijen sudah ada sejak 1921 dan terletak di Jalan Braga no. 85. Braga Permai menyajikan berbagai makanan mulai dari kue, es krim, roti sampai makanan utama.


Begitu masuk ke resto, kamu akan langsung merasakan arsitektur vintage nan simple ala Belanda kuno. Di setiap meja sudah terdapat piring dan gelas. Begitu kamu duduk, pelayan akan sigap memberikan menu dan mengisi gelas dengan air putih (dan akan terus di refill tanpa perlu kamu minta).

 
 
  

Setelah membolak balik menu (saking bingungnya mau pesan apa karena menunya banyak banget) akhirnya kami pesan fettucine carbonara, lasagna, sup, pizza, kopi tubruk, creme brulee, choco lava cake dan truffle lava cake.


Selain air putih yang di refill terus dan free of charge alias gratis, kamu juga akan disuguhkan dengan complimentary snack yang berisi biskuit panjang dan roti baguette.


Makanan datang sekitar 10 menit kemudian, menu yang saya pesan adalah fettuccine carbonara and it was huge! Porsinya gede banget. Rasanya enak, creamy tapi gak eneg trus ada potongan smoked beef dan mushroom-nya. Pasta dimasak al dente, walaupun ada beberapa bagian yang masih agak keras tapi buat saya it's not a big deal. Overall suka banget sama fettuccine carbonara nya, wajib dicoba.


Lasagna-nya juga enak, tebel-empuk-hangat. Kombinasi beef, bechamel sauce dan cheddar cheese-nya lumeeeerrrr di mulut.


Untuk pizza, saya lupa pesan yang mana. Pizza tipis disajikan dengan tomato sauce, mushroom, mozzarella dan di tengahnya diberi telur kemudian dipanggang. Buat saya sih so so rasanya, tapi bukan berarti gak enak loh yaa.


Nah kalo sup nya saya malah gak tau namanya apa, hehe. Tapi kata teman saya, ini sup kacang hijau. Setelah saya browsing sepertinya yang dimaksud adalah Erwtensoep atau Sup Ercis atau Sup Kacang Polong. Krim sup disajikan hangat dengan potongan sosis dan roti. Enak.


Dessert-nya kami pesan creme brulee, choco lava cake dan truffle lava cake.
Disajikan di gelas tinggi (fyi, kebanyakan creme brulee disajikan dengan wadah cetakan mangkuk kecil) dan diberi taburan gula aren yang dibakar plus potongan biskuit. Cream nya enak, lembut dan tidak terlalu manis.


Untuk choco lava cake dan truffle lava cake, kedua menu ini agak mirip yaitu cake yang di dalamnya diisi dengan melted chocolate hangat dan disajikan dengan vanilla ice cream & whipped cream. Perbedaannya terdapat di jenis cake-nya, choco lava adalah cake empuk sedangkan truffle lava memiliki permukaan cake yang lebih kering atau garing namun tetap lembut di dalamnya. Dengan cake yang manis hangat, es krim nya dibuat tidak terlalu manis tapi jika dimakan bersamaan akan terasa passss. 

Kiri choco lava, kanan truffle lava

Dengan menu yang super bervariasi, rasa yang enak dan yang paling penting harganya cukup terjangkau, Braga Permai wajib kamu kunjungi.


Selain Braga Permai, ada beberapa tempat lain di sekitar Jalan Braga yang juga bertemakan tempo dulu.

RASA BAKERY & CAKE
Cafe yang dulunya bernama Hazes Shop & Cafe ini sudah ada sejak tahun 1936. Terletak di Jalan Tamblong No. 15, Braga, Bandung memiliki bangunan yang bergaya vintage. Dan speciality mereka adalah homemade ice cream yang sudah dibuat secara turun temurun serta terjaga kualitasnya.
 
 

Kami memesan Coconut Royale dan Mount Blanc. Overall es krimnya lembut dan tidak terlalu manis. Untuk Coconut Royale disajikan di dalam batok kelapa dengan 3 scoop ice cream dan wafer sedangkan Mount Blanc disajikan di dalam gelas yang berisikan mocha ice cream dengan whipped cream dan saus coklat.

Kiri mount blanc, kanan cocnut royale

To be honest, ekspektasi saya terlalu tinggi untuk Rasa Bakery & Cake ini. Menurut saya es krim nya so so dengan harga yang agak mahal dan porsi tidak terlalu besar.

TOKO KOPI AROMA
Ini bukan coffee shop atau cafe  ya, tapi pabrik kopi. Iya pabrik kopi. Berada di Jalan Banceuy Nomor 51 Bandung, toko kopi sekaligus pabrik ini sudah ada sejak 1930. Pemiliknya adalah Bapak Tan Houw Sian dan sekarang sudah diambil alih oleh anaknya, yaitu Widyapratama.
Kopi Aroma bukan sekedar terkenal karena sudah berdiri sejak lama, akan tetapi rasa dari kopi itu sendiri. 

Kopi Aroma menjual 2 jenis kopi, yaitu Moka Arabika & Robusta. Biji kopi di datangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Diolah dengan cara tradisional. Biji kopi dijemur di atas sinar matahari dan kemudian disimpan di dalam karung goni selama 8 tahun untuk arabika dan 5 tahun untuk robusta, baru kemudian dibakar dengan roaster machine asal Jerman yang sudah digunakan sejak 1936. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat keasaman dan kafein dari biji kopi tersebut.

Kalau kamu beruntung, coba saja meminta untuk melihat-lihat ke dalam pabrik. Sang pemilik akan senang hati memberikan mini tour.


Toko Kopi Aroma selalu antri pembeli, jadi jangan sampai kamu datang terlalu sore. Saya datang pukul 14.40an dan antrian lumayan panjang. Ketika sampai giliran saya, kopi yang saya beli adalah stok terakhir hari itu, how lucky i am!

antrian

Harga arabika dijual Rp 20.000 / 250gram ; robusta Rp 15.000 / 250gram dan campuran (robusta-arabika) Rp. 17.500 / 250gram.

 
bungkusnya menggunakan ejaan jadul & bahasa belanda

Sekian cerita saya dari Bandung. Jangan lupa untuk mampir yaa ;)

Salam

Sunday, December 27, 2015

Hutan Mangrove PIK

Menurut wikipedia, hutan mangrove atau hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Nah ternyata di Jakarta ada loh hutan mangrove yang kayak gini dan bahkan sudah dikomersilkan untuk jadi tempat wisata, namanya Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara atau yang lebih dikenal dengan Hutan Mangrove PIK. TWA Angke Kapuk memiliki luas area kurang lebih 99,82 hektare dan sekitar 40% merupakan konservasi hutan mangrove yang juga ditinggali berbagai macam hewan seperti burung ataupun biawak air.

Kalo kamu lagi kangen sama suasana alam, TWA Angke Kapuk ini bolehlah dicoba. Tapi karena hutan ini merupakan salah satu tempat yang lagi happening di socmed, jadi jangan berharap bakal menemukan ketenangan disini ya, hihi.

Taman Wisata Alam Angke Kapuk terletak di Jl. Garden House, Penjaringan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14470, Indonesia.


Ada beberapa cara menuju kesana, yaitu 
    • dengan kendaraan pribadi : dari tol Soekarno-Hatta – keluar tol menuju Pantai Indah Kapuk – jalan terus hingga perempatan Grand Cengkareng – belok kanan – perempatan –belok kanan – lokasi ekowisata Jalan Pantai Indah Utara I Penjaringan di kanan jalan (20 meter)
    • dengan kendaraan umum : busway koridor 9 – halte Pluit – naik ojek/bajaj – Ekowisata Mangrove Tol Sedyatmo PIK atau busway koridor 9 – halte Grogol – angkot merah B01 – perempatan Muara Karang – naik angkot berwarna merah U11 – Ekowisata Mangrove Tol Sedyatmo 
    • dengan BKTB : busway koridor 1 - halte Monas/Harmoni/Kota - BKTB tujuan PIK - turun di depan Yayasan Budha Tzu Chi - jalan ke arah belakang, ikuti saja petunjuk arahnya sampai ke lokasi Hutan Mangrove PIK.

      Dan moda transportasi yang saya pilih adalah dengan menggunakan BKTB, keunggulannya mudah dan murah sedangkan kekurangannya yaitu kamu harus extra sabar untuk menunggu BKTB, karena busnya tidak sebanyak trans jakarta. Kamu perlu menunggu 30 - 60 menit, tergantung keberuntungan hehe.

      Tarif BKTB tujuan PIK adalah Rp. 6000, karena saya naik dari halte trans jakarta maka pembayarannya menjadi Rp. 3500 untuk tiket trans jakarta dan ketika di dalam BKTB akan dikenakan ongkos tambahan Rp 2.500 (Rp. 3500 + Rp. 2500 = Rp. 6000).

      Sedangkan untuk pulang, karena saya langsung naik BKTB dari sebrang Yayasan Budha Tzu Chi maka tiket yang saya bayar Rp 6.000 sudah termasuk tiket trans jakarta.

      Tiket BKTB PIK

      Setelah turun dari BKTB, kamu bisa langsung melihat papan penunjuk arah TWA Angke Kapuk. Jalan kaki tidak sampai 10 menit kok. 
      HTM TWA Angke Kapuk adalah Rp. 25.000 untuk dewasa, Rp. 10.000 untuk anak-anak, Rp. 10.000 untuk mobil dan Rp. 5.000 untuk parkir motor. Sedangkan turis asing dikenakan biaya Rp. 250.000 per orang.

      Ikuti saja papan TWA Angke Kapuk
      Gerbang Masuk TWA Angke Kapuk

      Dari gerbang, di sebelah kiri kamu bisa langsung melihat Masjid Al-Hikmah. Jalan lurus sampai ketemu pertigaan atau papan penunjuk arah untuk menuju kawasan hutan mangrove.


      Sebelum masuk, tiket yang tadi kita beli akan dicek oleh petugas dan ditanya apakah membawa kamera selain HP. Kalau ketahuan membawa tanpa izin, maka akan dikenakan denda. Selain itu, kita juga tidak boleh bawa makanan atau snack dari luar, tetapi kenyataannya yang saya lihat di dalam kawasan hutan masih ada saja yang makan snack bahkan di beberapa tempat terdapat sampah-sampah sisa bungkus makanan padahal di beberapa lokasi sudah disediakan tong sampah.

      Setelah lewat dari pengecekan tiket, kita tinggal menyusuri jalan yang sudah di aspal. Tidak jauh dari situ ada kantin dan penginapan atau pondok kemah.
      Salah satu penginapan

      Jalan lurus lagi, maka kamu akan ketemu loket penyewaan perahu. Untuk harga sewa, yaitu :
      Perahu isi 6 orang Rp. 250.000/perahu
      Perahu isi 8 orang Rp. 350.000/perahu
      Kano & Perahu Dayung Rp. 100.000/45 menit

      Tapi jangan khawatir, kamu gak harus menyewa perahu kok untuk menikmati hutan mangrove ini. Disini terdapat akses utama untuk menuju pinggir-pinggir rawa, yaitu jembatan kayu. Kamu tinggal jalan aja menyusuri kayu-kayu cantik ini untuk menikmati pemandangan.

      Pastikan kamu pakai alas kaki yang nyaman dan sesuai tempat ya
      Area penanaman mangrove
      Area pembibitan mangrove
      Nah ini sampah-sampah yang ada di pinggir rawa, hiks

      Sebenarnya ekspektasi saya datang kesini adalah mendapatkan edukasi mengenai hutan mangrove, baik penjelasan tanaman mangrove, bagaimana terjadinya sampai apa manfaat dari adanya hutan mangrove. Sayangnya, informasi yang tersedia sangat minim dan diletakkan di tempat yang jarang diketahui pengunjung yaitu di dalam aula.

      Papan informasi

      Semoga untuk ke depannya, pihak pengelola dapat menambahkan informasi dan menjadikan kawasan hutan mangrove ini menjadi daerah konservasi yang lebih baik lagi.
      Let's save our earth :)


      Salam

      Thursday, October 1, 2015

      Kwetiau Sapi Aciap

      Kwetiau sapi aciap punya 3 cabang, yaitu di Karet (Jl. Prof. Dr. Satrio no. 64), Senopati (Jl. Cikajang no. 84) dan Mangga Besar (Jl. Mangga Besar Raya no. 35).
      cabang Karet
      Pertama kali nyoba diajakin temen pas abis pulang latihan muay thai, lihat-lihat menu terus tertarik pesen kwetiau sapi yam. Apa yang bikin menarik? Kwetiau yam ini di sajikan kering dengan kuah terpisah. Kwetiaunya sendiri rasanya asem dan kuahnya gurih.
      Toppingnya ada 2 pilihan, sapi dan seafood. Untuk sapi ada isian daging, usus dan babat. Saya biasanya selalu minta dagingnya saja. Seafoodnya berupa potongan cumi, udang dan bakso ikan.
      Kwetiau Yam
      Pas dateng, porsinya banyak banget pas nih buat perut yang super keroncongan. Pertama kali nyoba langsung jatuh cinta sama rasanya. Enak! Dagingnya juga empuk banget.
      Karena penasaran, akhirnya saya datang lagi, lagi dan lagi sampai akhirnya udah gak penasaran tapi kecanduan! Hampir sebulan sekali makan disini hehe.
      Kwetiau sapi goreng
      Kwetiau goreng lebih terasa gurihnya daripada kecap manisnya. Atau memang gak pake kecap manis ya?
      Selain itu ada kwetiau sapi bun. Cara masaknya kayak kwetiau rebus tapi tanpa kuah. Jadi kuahnya dimasak sampe kering. Yang ini juga juaraaa enaknya.
      Kwetiau sapi bun
      Kwetiau sapi siram
      Untuk kwetiau sapi siram, kuahnya lengket dan paling enak dimakan pas baru mateng karena kalo agak adem kuahnya mencair jadi kurang seru makannya. Tapi hati-hati ya makannya soalnya panas banget.
      Tiap dateng saya memang selalu pesan menu kwetiau, pernah iseng nyoba menu bihun sapi siram. Pas nyampe di meja bingung karena bentuknya kok kayak omelet, sampe nanya ke mas-masnya ini bener bihun siram? dan ternyata bener.
      Bihun sapi siram
      Entah menganut gaya masak apa, buat saya pribadi ini aneh dan capek makannya karena terlalu crispy plus porsinya juga gedeee. Jadi gak kelar-kelar makannya hehe.
      Menu
      Untuk range harga antara 30k - 40k, cukup murah dengan porsi yang besar dan potongan dagingnya juga berlimpah.
      Oiya, rasa dari masakan disini memang cenderung hambar tapi enak. Duh, gimana ya menjelaskannya dengan kata-kata? Daripada bingung, mending cobain langsung aja deh.

      Rasa : 4.5/5
      Harga : 30k - 40k
      Porsi : 5/5
      Kebersihan : 4/5

      Sekian review dari saya. Semoga bikin ngiler.

      Salam